Inilah sebagian mahakarya koleksi museum hidup Kudus yang mengagumkan.
Masjid Al Aqsa
Berdiri kontras di sisi Menara Kudus, masjid ini juga disebut sebagai Masjid Al Manar. Merupakan peninggalan Islam pada masa awal hadirnya di Kudus. Dibangun pada masa Sunan Kudus.
Kelenteng Hok Ling Bio
Gapura Padureksan Kidul Menara
Pintu utama di sisi selatan menara menuju area parkir kendaraan roda dua. Ada rajah atau semacam guratan aksara Arab di beberapa sudut pintu kayu. Masyarakat setempat percaya, bila ada pejabat masuk lewat pintung setinggi 2,2 meter ini, pamornya menyurut.
Menara Kudus
Pancuran Wudu
Delapan keran air yang khusus digunakan kaum pria berwudu sebelum beribadah di Masjid Al Aqsa. Bagian kepala pancuran berupa batu bata berpahat khas.
Gapura Kembar
Terdapat di teras depan Masjid Al Aqsa dan terlihat kontras karena berbahan batu bata merah dengan pintu kayu. Pada zaman kewalian Sunan Kudus, berfungsi sebagai pagar benteng, sekarang menjadi pengaman masjid.
Gapura samping
Menghubungkan pelataran selatan (area parkir kendaraan roda dua) dengan pelataran Masjid Al Aqsa yang pada Jumat juga digunakan umat sebagai tempat salah beralas tikar.
Gapura Gerbang Tajug
Membelah area parkir di pelataran selatan Masjid Al Aqsa. Satu sisi beratap dan sisi lainnya tak beratap. Semua gapura dibangun berbahan batu bata merah dengan corak arsitektur gapura Hindu.
Istana Kembar
Dua bangunan rumah kuno yang berbentuk indentik dan terpisah Sungai Gelis, satu di barat dan satu di timur. Dibangun pada 1909, merupakan rumah tinggal Niti Semito, tokoh perintis industri ruku' kretek Cap Bal Tiga di Kota Kudus.
Makam Sunan Kudus
Terletak di bagian Masjid Al Aqsa dan bisa diakses melalui gapura-gapura di selatan. Makam terletak di tengah bangunan pendopo berhias ukiran kayu jati dan tertutup kelambu putih (luwur). Pada saat Buka Luwur, staf YM3SK membagikan 30 ribu-an bungkus nasi jangkrik kepada masyarakat setempat, juga Pati dan Demak.
Sumber: National Geographic
0 Comments